Dibalik kisah bunuh diri seorang wanita cantik di belakang BCA Jodoh

Dibalik kisah bunuh diri seorang wanita cantik di belakang BCA Jodoh 


Kisah Batam


Inilah dibalik kisah bunuh diri seorang wanita cantik di belakang BCA Jodoh, Batam. Bak kisah sinetron di layar tv MNC atau Indosiar yang pernah kutonton. Iya mengorbankan diri karena tak ingin ada korban lagi. Akhirnya selasa 4 maret 2020 iya memilih gantung diri di kamar mandi kos dan menghebohkan banyak orang.  Setelah sebelumnya dia memang mengalami sakit lambung dan darah tinggi. Kondisinya sempat membaik, namun ngedrop lagi dan melemah. Hal ini beberapa kali terjadi yang membuat ia putus asa. Tak ada yang berani menyentuhnya sampai polisi dat8ang dan meneliti kematiannya serta mencari tau penyebab gantung dirinya. Photo gantung dirinya sempat diambil dan dibagi-bagi. Namun akhirnya dihapus, karena mereka ketakutan.

           Kronologis kejadian

Pagi hari sekitar jam 10 kurang, aku mendengar ia pergi ke kamar mandi. Kakak ipar dan tetangga kos duduk menunggunya di depan kamarnya. Tetangga kos yang lain ingin kekamar mandi dan mengeluhkan kenapa lama sekali. Diintip dari luar terlihat ia sedang berdiri. Ternyata ia berdiri sudah menggantung diri. Masih ditunggu beberapa menit tapi kenapa tidak keluar dari kamar mandi itu. Akhirnya didobrak pintu kamar mandi dan terlihat dia sudah tak bernyawa dengan menggantung di sebuah selendang miliknya disangkutkan di paralon yang sudah tak digunakan lagi. Suara jeritan menghebohkan dengan kata kata dia bunuh diri. Lalu aku pun terbelalak bangun keluar kamar, namun tak berani melihat ke kamar mandi untuk tau kondisinya. Takut ? Ya. Takut terbayang bayang dan sempat berfikir ia memotong nadinya kemudian darah dimana mana. Ah aku tak ingin melihat itu fikirku.

Ketakutan melanda penghuni kos, ada yang mengungsi tidur di rumah tetangga, ada lagi yang langsung pindah. Sementara kamar mandi dan kamar tidurnya masih ada garis polisi. Kematian yang tak wajar dengan menggantukan diri yang membuat banyak orang bergidik takut, hiiiii sambil menggelangkan kepala dan mengangkat bahu. Lalu bagaimana denganku? Ada yang menyarankan untuk pindah dan menginap sementara di kamarya, tapi tidak, aku menolaknya dengan tetap tidur di kamarku meski kamarnya bersebelahan denganku.

Sendiri cuy aku tidur di lantai 2 yang sudah tidak ada lagi yang lainnya. Nggak takut? Rasa takut itu ada, tapi harus dilawan. Walau pun jantungku sempat berhenti sesaat dan hampir pingsan, ketika jam 9 malam ada seseorang datang mengetuk lembut pintu kamarku. Namun bisa dikuasi rasa itu ketika mendengar jawabnnya adalah suara seorang lelaki. Hups.... aku pun marah dan ngomel-ngomel diringi tawanya terbahak bahak.

Ya, sosok Jin yang ada di tubuhnya adalah warisan ibunya. Sosok itu akan selalu meminta korban agar ia tetap hidup. Korbannya adalah pria yang menjadi suaminya. Siapa pun yang menikah dengannya akan mati di usia pernikahan 3 tahun 4 bulan. Sudah 2 kali ia menikah dan di pernikahannya yang pertama memiliki seorang anak laki-laki yang kini telah berusia 6 tahun.

Usianya wanita itu baru sekitar 30an. Cantik putih dan body aduhai. Banyak pria yang suka dan mendekatinya. Setiap sore hari laki laki yang perprofesi sebagai defkolektor ngumpul dikamar kosnya. Semua yang menyukainya selalu diberi harapan, tapi palsu. Bahkan sebelum kematiannya ada seorang pria duda anak 2 mau menikah dengannya dan sempat merawatnya ketika dia sakit. Dia rela mengeluarkan uang untuk acara 'selamatan' agar cepat sembuh seperti sedia kala. Apabila ia sembuh mereka akan menikah meski kedekatan mereka baru beberapa hari.

Mungkin yang membuat ia takut akan kematian pria yang mengajaknya menikah. Himgga ia mengambil keputusan mengakhiri hidupnya. Sakit yang dideritanya bukan sakit biasa. Sakit itu diakibatkan oleh Jin yang bersarang di tubuhnya. Sakitnya memang sembuh ketika ia menikah lagi, tapi ada akibat yang terjadi dibaliknya.

Aku sempat mendengar pembicaraan ia dan kakak iparnya "Kalau memang dia ditaqdirkan mati yang ya mati. Tapi kalau enggak ya enggak. Mati itu taqdir! Bukan karena kamu,". Semua sudah berakhir kisahnya. Pengorbanan akan keputusan yang amat sangat disayangkan banyak orang adalah keputusan mutlak dirinya. Mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Orang hanyak berkata, " kenapa pendek cara berfikirnya. Sakitkan masih bisa sembuh,". " begitu putus asakah dia menghadapi penyakitnya? Sampai harus gantung diri, hiiii,". " tak adakah yang mendampinginya dan menasehatinya sampat dia harus bunuh diri? Itulah lemahnya iman ya,". Apapun kata orang biarlah berlalu seiring waktu. Namun pelajaran buat yang masih hidup, bunuh diri bukan keputusan terbaik yang diambil. Semua masalah ada jalan keluarnya, sabar , adalah cara menghadapi putus asa. Tawakal kepada Allah, biarkan Allah yang menyelesaikan. Innalillahi wainnailaihi rozi'un (semua yang datang dari Allah kembalikan pada Allah).
Previous
Next Post »
Thanks for your comment